Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

geoglobe.gif (60536 bytes)

X. SOME QUR’AANIC VERSES ABOUT GEOLOGY
AND THE ORIGIN OF THE EARTH
Bab X
Beberapa Ayat Al-Quran tentang Ilmu Bumi (Geologi)
dan Asal Usul Bumi


Catatan penerjemah:
Dokumen asli [dalam Bahasa Inggris] dicetak dengan huruf biasa.

Dokumen terjemahan dicetak dengan huruf seperti ini.

Professor Alfred Kroner: …and that many of the statements made at the time could be proven, but that modern scientific methods are now in a position to prove what Muhammad said 1400 years ago.

Professor Alfred Kroner: ... dan bahwa banyak pernyataan-pernyataan yang dibuat pada waktu itu bisa dibuktikan, akan tetapi bahwa metoda sains modern saat ini berada dalam posisi untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh Muhammad saw 1400 tahun yang lalu.

We present to you Professor Alfred Kroner who is one of the world’s most famous geologists. He is a Professor of Geology and the Chairman of the Department of Geology at the Institute of Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany. We met him and presented several Qur’anic verses and Ahadeeth of the Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam). He studied and commented on them. Then we had a discussion with him.

Kami hadirkan Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia. Dia adalah seorang Profesor Ilmu Bumi dan Ketua Departemen Ilmu Bumi di Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany. Kami bertemu dengan dia dan menunjukkan beberapa ayat Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad saw. Dia mempelajari dan mengomentarinya. Kemudian kami berdiskusi dengan dia.

Professor Kroner said: Thinking about many of these questions and thinking where Muhammad came from, he was after all a bedouin. I think it is almost impossible that he could have known about things like the common origin of the universe, because scientists have only found out within the last few years with very complicated and advanced technological methods that this is the case.

Profesor Kroner mengatakan: Berfikir tentang banyak pertanyaan ini dan memikirkan dari mana Muhammad saw datang, dia hanyalah tak lebih dari pada seorang Badui. Saya berfikir bahwa hampir tidak mungkin bahwa dia bisa mengetahui tentang banyak hal seperti asal mula alam semesta, karena para ahli sains baru menemukannya beberapa tahun yang lalu dengan metoda teknologi yang sangat maju dan sangat rumit.

Professor Kroner chose an example from the Qur’an which proved to him why the Qur’an could not have come from Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam) himself. The example which Professor Kroner chose is a description in the Qur’an of the fact that this universe had its beginnings in one single entity. Allah, may He be Exalted and Glorified said:

Do not the unbelievers see that the heavens and the earth were joined together [ratqan], before we clove them asunder? We made from water every living thing… [Qur'aan 21:30]

Profesor Kroner memilih sebuah contoh dari Al-Quran yang dibuktikan padanya mengapa Al-Quran tidak mungkin datang dari Muhammad saw sendiri. Contoh yang dipilih oleh Profesor Kroner adalah sebuah penjelasan di dalam Al-Quran terhadap fakta bahwa alam semesta ini memiliki awal dari entitas yang satu. Allah, Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman:

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman? (Quran 21:30)

The meaning of ratqan in this verse, as Ibn Abbas, Mujaahid, and others said, may Allah be pleased with all of them, is that the heavens and the earth were stuck together or blended together, and that they were later separated from each other. Professor Kroner used this as an example to prove that no human being during the time of Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam), could have known this.

Arti ratqan dalam ayat ini, sebagaimana Ibn Abbas, Mujaahid, dan lain-lainnya mengatakan, semoga Allah ridha pada mereka, adalah bahwa langit-langit dan bumi dulunya adalah saling menempel atau terpadu bersama, dan bahwa kemudian mereka terpisahkan satu sama lain. Profesor Kroner menggunakan ini sebagai sebuah contoh untuk membuktikan bahwa tak mungkin ada seorangpun semasa Nabi Muhammad saw mengetahui akan hal ini.

Professor Kroner: Somebody who did not know something about nuclear physics 1400 years ago could not, I think, be in a position to find out from his own mind for instance that the earth and the heavens had the same origin, or many others of the questions that we have discussed here.

Profesor Kroner: Seseorang yang tidak mengetahui sesuatu tentang fisika nuklir 1400 tahun yang lalu tidak mungkin, saya kira, berada dalam posisi untuk mengetahui dari fikirannya sendiri bahwa bumi dan langit-langit memiliki asal muasal yang sama, atau banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang kita diskusikan di sini.

Professor Kroner, so it seemed to us, has a special talent of being evasive. For example, we asked him to describe the geological conditions of Arabia. ‘Was Arabia full of orchards and rivers?’ He said: During the Snow Age. And it is further known that the North Polar icebergs are slowly moving southwards. When those polar icebergs become relatively close to the Arabian Peninsula, the weather will change and Arabia will become one of the greenest and wettest parts of the world. We asked him: ‘Will Arabia become the land of orchards and rivers?’ He said: Yes, it is a scientific fact.

Profesor Kroner, sepertinya memiliki kecenderungan untuk berusaha menghindar. Sebagai contoh, kami menanyakan kepadanya untuk menjelaskan kondisi geologi Arab. 'Apakah Arab pernah dipenuhi dengan kebun buah-buahan dan sungai-sungai?' Dia menjawab: Selama Era Salju (Snow Age). Dan selanjutnya diketahui bahwa Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerak ke arah selatan. Ketika kutub icebergs tersebut secara relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab, iklim akan berubah dan Arab akan menjadi salah satu dari bagian yang paling hijau dan paling basah dari dunia. Kami menanyakan dia: 'Akankah Arab menjadi dataran yang penuh dengan kebun buah-buahan dan sungai-sungai?' Dia menjawab: 'Ya, ini adalah fakta sains'.

This astonished us, and we wondered how he could state this as a scientific fact while it was related to the future and we asked: ‘Why?’ He said: Because the new Snow Age has actually started. And we can see the snow crawling once again from the North Pole southwards. In fact, the polar snow is now on the way to get closer to the Arabian Peninsula. We can see the signs of this in the snow blizzards striking the northern parts of Europe and America every winter. Scientists have other signs and information proving the actual beginning of another Snow Age. It is a scientific fact.

Hal ini mengherankan kami, dan kami heran bagaimana dia bisa menyatakan bahwa ini adalah fakta sains sedangkan ini berkenaan dengan masa yang akan datang dan kami menanyakan: 'Mengapa?' Dia menjawab: Karena Era Salju Baru (new Snow Age) sebenarnya telah dimulai. Dan kita bisa melihat salju merangkak sekali lagi dari Kutub Utara ke arah selatan. Bahkan, kutub salju saat ini sedang berada di jalan untuk mendekati Semenanjung Arab. Kita bisa melihat tanda-tanda ini di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba. Ahli sains memiliki tanda-tanda yang lain dan informasi yang membuktikan awal dari Era Salju baru. Ini adalah fakta sains.

So we said to him: ‘What you have just mentioned has only been known to scientists after a long series of discoveries and with the help of specialized instruments. But we have already found this mentioned by the Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam) 1400 years ago. He said in a hadith transmitted in Saheeh Muslim:

The Last Hour will not come upon us until the lands of the Arabs are once again pasture lands and filled with rivers.

Kami mengatakan padanya: 'Apa yang telah Anda sebutkan hanya diketahui oleh para ahli sains setelah penemuan yang memakan waktu yang sangat panjang dan dengan bantuan peralatan-peralatan yang khusus. Akan tetapi kami telah menemukan hal ini disebutkan oleh Nabi Muhammad saw 1400 tahun yang lalu. Dia mengatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim:

Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai.

At this point we asked Professor Kroner: ‘Who told the Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam), that the lands of the Arabs were once filled with orchards and rivers?’ He immediately replied: ‘The Romans’. This reminded me of Professor Kroner’s evasive ability. We asked him another question, we said to him: ‘But who informed the Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam), that the lands of the Arabs would once again become pasturelands and be filled with rivers?’. Professor Kroner becomes evasive if embarrassed. But whenever he was faced with the truth, he is courageous enough to state his opinion frankly and thus he replied: This could have been known to him only through revelation from above.

Di titik ini kami menanyakan Profesor Kroner: 'Siapa yang memberitahu Nabi Muhammad saw bahwa tanah Arab pernah dipenuhi dengan kebun dan sungai-sungai?' Dia menjawab dengan segera: 'Roma'. Ini mengingatkan kami akan kepandaian Profesor Kroner mengelak. Kami menanyakan kepadanya pertanyaan yang lain, kami mengatakan kepadanya: 'Akan tetapi siapa yang menginformasikan kepada Nabi Muhammad saw, bahwa tanah Arab akan sekali lagi menjadi tanah yang dipenuhi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai?'. Profesor Kroner malu jika mengelak. Akan tetapi ketika dihadapkan kepada kebenaran, dia berani untuk menyatakan pendapat dia secara jujur dan akhirnya dia menjawab: Hal ini tidak mungkin diketahui olehnya kecuali melalui wahyu dari atas.

Finally, after our discussions with him, he made the following comments: If you combine all these and you combine all those statements that are being made in the Qur’an in terms that relate to the earth and the formation of the earth and science in general, you can basically say that statements made there in many ways are true. They can now be confirmed by scientific methods, and in a way you can say that the Qur’an is a simple science text book for the simple man, and that many of the statements made in there at that time could not be proven but that modern scientific methods are now in a position to prove what Muhammad said 1400 years ago.

Akhirnya, setelah diskusi kami dengan dia, dia membuat komentar berikut: Jika Anda menggabungkan semua pernyataan-pernyataan ini dan menggabungkan pula pernyataan-pernyataan yang dibuat di dalam Al-Quran dalam hubungannya yang berkaitan dengan bumi dan pembentukan bumi dan sains secara umum, Anda akan mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan yang dibuat di sana dalam berbagai jalannya adalah benar adanya. Pernyataan-pernyataan itu saat ini bisa dikonfirmasikan melalui metoda sains, dan Anda bisa mengatakan bahwa Al-Quran adalah buku teks sains untuk orang-orang biasa, dan bahwa banyak pernyataan-pernyataan yang dibuat di dalamnya pada saat itu tidak mungkin bisa dibuktikan, akan tetapi metoda sains modern saat ini berada dalam posisi untuk membuktikan apa yang dikatakan Muhammad saw 1400 tahun yang lalu.

Allah confirms in His Book that:

This is no less than reminder to (all), the worlds. And you shall certainly know the truth of it all after a while. (Qur’an 38:87-88).

Allah mengkonfirmasikan di dalam Kitab-Nya:

al-Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita al-Qur'an setelah beberapa waktu lagi. (Quran 38:87-88)


Artikel Sebelumnya Artikel Sebelumnya Prev Next Artikel Berikutnya Artikel Berikutnya