Catatan penerjemah:
Dokumen asli [dalam Bahasa Inggris] dicetak dengan huruf biasa.
Today, now introduce a unique scholar. He differs from other scholars but at the same time, he is a representative of a group of scholars. His name is Professor Siaveda, one of the best known marine geologists from Japan. He is also one of the most famous scientists in the world. Professor Siavedas mind was filled with many distortions and suspicions about all religions. He is right about what he says with regard to all religions, except Islam, because Islam differs from all other religions that he spoke about.
Hari ini, kami perkenalkan seorang sarjana yang unik. Dia berbeda dari sarjana-sarjana lain, akan tetapi pada saat yang sama, dia mewakili sebuah kelompok sarjana. Namanya adalah Profesor Siaveda, salah seorang ahli ilmu bumi dan kelautan yang terkenal dari Jepang. Dia juga salah satu dari ahli sains terkenal di dunia. Fikiran Profesor Siaveda dipenuhi dengan berbagai maca kesimpang-siuran dan kecurigaan tentang semua agama. Dia benar tentang apa yang dia katakan berkaitan dengan semua agama, kecuali Islam, karena Islam berbeda dari semua agama lain yang dibicarakannya.
When we met him, he said to us: You scholars of religion all over the world should keep your mouths shut forever. I replied: But why Professor? Why? He said: Because when you speak you cause wars to break out between the people throughout the world. We asked him: Why NATO alliance and WARSAW Pact are accumulating such massive nuclear arsenals and nuclear weapons in space, sea, overland, and underground. Why this? Is it for religious reasons? He went silent, then we said to him: At any rate we are aware of your attitude towards all religions, but since you do not know much about Islam, then you might as well listen to what we have to say. So we asked him a number of questions in his area of specialization, and we also informed him of the Quranic verses and ahadeeth which mention the phenomena he spoke of. One of these questions was about mountains and whether they were firmly rooted in the earth.
Ketika kami bertemu dengan dia, dia mengatakan kepada kami: Anda, sarjana-sarjana agama dari seluruh dunia harus tutup mulut selamanya. Saya menjawab: 'Emangnye, Kenape Profesor? Kenape?' Dia menjawab: Karena ketika Anda berbicara Anda menimbulkan perang untuk memecah belah manusia seluruh dunia. Kami menanyakan kepadanya: 'Kenapa aliansi NATO dan Pakta WARSAW menghimpun gudang persenjataan nuklir secara besar-besaran dan senjata-senjata nuklir di angkasa luar, laut, daratan dan bawah daratan. Kenapa ini? Apakah ini karena agama?' Dia diam, kemudian kami berkata kepadanya: 'Pada batas tertentu kami menerima sikap Anda terhadap semua agama, akan tetapi karena Anda belum mengetahui banyak tentang Islam, maka Anda mungkin akan mendengarkan apa yang akan kami katakan.' Maka kami menanyakan kepadanya beberapa pertanyaan mengenai bidang kekhususannya dan kami juga menginformasikan kepadanya beberapa ayat Al-Quran dan hadits yang menyebutkan fenomena yang dibicarakannya. Salah satu dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah tentang pegunungan apakah pegunungan ini mengakar dengan kokoh di bumi.
He replied and said: The fundamental difference between continental mountains and the oceanic mountains lies in its material. Continental mountains are made essentially by sediments, whereas the oceanic mountains are made of volcanic rocks. Continental mountains were formed by compressional forces, whereas the oceanic mountains were formed by extensional forces. But the common denominator on both mountains are that they have roots to support the mountains. In the case of continental mountains, light-low density material from the mountain is extended down into the earth as a root. In the case of oceanic mountains, there is also light material supporting the mountain as a root, but in the case of oceanic mountain this material is not light because the composition is light, but it is hot, therefore expanded somewhat. But from the viewpoint of densities, they are doing the same job of supporting the mountains. Therefore, the function of the roots are to support the mountains according to the law of Archimedes.
Dia menjawab dan mengatakan: Perbedaan paling mendasar antara pegunungan benua dan pegunungan laut berada pada materialnya. Pegunungan benua pada intinya terbuat dari endapan-endapan (sedimen), sedangkan pegunungan laut terbuat dari batuan gunung berapi (volcanic). Pegunungan benua terbentuk oleh kekuatan tekanan, sedangkan pegunungan laut terbentuk oleh kekuatan perpanjangan. Akan tetapi pembeda yang umum pada kedua pegunungan tersebut adalah bahwa mereka memiliki akar-akar yang mendukung pegunungan ini. Pada kasus pegunungan benua, meteri ringan dan tidak padat dari gunung diperpanjang ke bawah bumi sebagai akar. Pada kasus pegunungan laut, juga terdapat meteri ringan yang mendukung gunung sebagai akar, akan tetapi untuk kasus gunung laut, materi ini tidaklah ringan karena komposisinya ringan, akan tetapi panas, oleh karena itu diperluas. Akan tetapi dari sudut pandang kerapatan, mereka memiliki tugas yang sama, yaitu untuk mendukung pegunungan. Oleh karenanya, fungsi akar-akar ini adalah untuk mendukung pegunungan menurut hukum Archimedes.
Professor Siaveda described the shape of all mountains whether they are on land or in the sea as being in the shape of a wedge. Could anyone during the time of Prophet Muhammad (sallallahu alaihi wa sallam) have known of the shape of these mountains? Could anyone imagine that the solid massive mountain that he sees before him actually extends deep into the earth and has a root as scientists assure. A large number of geography books when discussing mountains, only describe that part which is on the surface of the earth. This is because they are not written by specialists in geology, but modern science informs us about it and Allah says in the Quran:
And the mountains as pegs. (Quran 78:7)
Profesor Siaveda menjelaskan bentuk semua pegunungan apakah mereka berada di atas daratan atau di laut sebagai bentuk dari sebuah irisan. Bisakah seseorang selama masa Nabi Muhammad saw mengetahui bentuk pegunungan-pegunungan ini? Dapatkah seseorang membayangkan bahwa bagian besar gunung yang padat yang dilihatnya sebenarnya menancap ke dalam bumi dan memiliki akar sebagaimana dijelaskan oleh ahli sains. Sebagian besar buku ilmu bumi ketika mendiskusikan pegunungan, hanya menjelaskan bagian yang berada di permukaan bumi saja. Hal ini karena buku-buku ini tidak ditulis oleh spesialis dalam ilmu bumi, akan tetapi sains modern menginformasikan kepada kita tentangnya dan Allah berfirman di dalam Al-Quran:
dan gunung-gunung sebagai pasak? (Quran 78:7)
We asked Professor Sievada whether the mountains have a function in establishing the crust of the earth. He said that this has not yet been discovered and established by scientists. In view of the reply we researched and inquired about this and we found out that many geologists gave the same reply, except for a few. Among those few are the authors of this book, entitled 'The Earth'. This book is considered as a basic reference text in many universities throughout the world. One of the authors of this book is Frank Press. He is currently the President of the Academy of Sciences in USA. Previously, he was science advisor to former U.S. President Jimmy Carter. What does he say in his book? He illustrates the mountains in a wedge-like shape where the mountain itself is but a small part of the whole whose root is deeply entrenched in the ground. Dr. Press writes on the functions of the mountains and states that they play an important role in stabilizing the crust of the earth. This is exactly how the Quran described mountains 14 centuries ago.
Allah said:
And the mountains Has He firmly fixed. (Quran 79:32).
And He said:
And the mountains as pegs. (Quran 78:7).
And He also said:
And he has set up on the earth mountains standing firm, lest it should shake with you. (Quran 16:15).
Kami menanyakan Profesor Sievada apakah pegunungan memiliki fungsi dalam menjaga kerak bumi. Dia menjawab bahwa hal ini belum ditemukan dan ditetapkan oleh para ahli sains. Dari pandangan yang dikemukakan kami meneliti dan meminta keterangan mengenai ini dan kami menemukan bahwa banyak ahli ilmu bumi memberikan jawaban yang sama, kecuali beberapa orang. diantara beberapa orang itu adalah penulis buku yang berjudul 'The Earth'. Buku ini dianggap sebagai teks referensi dasar di berbagai universitas di seluruh dunia. Salah seorang penulis buku ini adalah Frank Press. Dia adalah seorang Kepala Akademi Sains di USA. Dulunya, dia adalah seorang penasihat sains dari Presiden Amerika yang lalu, Jimmy Carter. Apa yang dikatakannya di dalam bukunya? Dia mengilustrasikan pegunungan dalam bentuk irisan di mana gunung itu sendiri hanyalah merupakan sebuah bagian kecil dari keseluruhan yang akarnya menancap ke dalam tanah. Dr. Press menuliskan fungsi pegunungan dan menyatakan bahwa pegunungan ini memiliki peran yang penting dalam menjaga keseimbangan lapisan kerak bumi. Hal ini dituliskan secara tepat dalam Al-Quran yang menjelaskan pegunungan 14 abad yang lalu. Allah berfirman:
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh (Quran 79:32)
Dan gunung-gunung sebagai pasak? (Quran 78:7)
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu ... (Quran 16:15)
But who could have informed Prophet Muhammad (sallallahu alaihi wa sallam) about this? We asked Professor Siaveda this question: What is your opinion on what you have seen in the Quran and the Sunnah with regard to the secrets of the Universe, which scientists only discovered now? His answer was: I think it seems to me very, very mysterious, almost unbelievable. I really think if what you have said is true, the book is really a very remarkable book, I agree.
Akan tetapi siapa yang bisa menginformasikan kepada Nabi Muhammad saw tentang ini? Kami menanyakan Profesor Siaveda pertanyaan berikut: 'Apa pendapat Anda tentang apa yang telah Anda lihat di dalam Al-Quran dan Sunnah mengenai rahasia alam semesta, yang hanya baru ditemukan oleh para ahli sains belakangan ini?' Jawaban dia adalah: Saya fikir, menurut saya, sangat misterius, hampir tidak bisa dipercaya. Saya sungguh berfikir seandainya apa yang Anda katakan adalah benar, buku ini sungguh sebuah buku yang patut diperhatikan, Saya setuju.
Yes, what can scientists say. They cannot attribute the knowledge revealed to Prophet Muhammad (sallallahu alaihi wa sallam) by Allah and contained in the Quran to human beings or to any scientific authority in our times, because all scientists were unaware of all these secrets. Moreover, all humanity could not have any explanation but to attribute that knowledge to some extra-terrestrial force. Yes, it is a revelation from Allah which he sent to his servant, the unlettered Prophet Muhammad, whom Allah has made an everlasting sign escorting humanity until the Last Hour.
Ya, apa yang bisa dikatakan para ahli sains. Mereka tidak bisa menghubungkan pengetahuan yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw oleh Allah dan berada di dalam Al-Quran kepada manusia biasa atau kepada otoritas sains di masa kita, karena semua ahli sains kurang tanggap terhadap rahasia-rahasia ini. Lebih jauh lagi, semua manusia tidak akan mempunyai penjelasan kecuali menghubungkan ilmu ini kepada kekuatan extra-terrestrial. Ya, ini adalah wahyu dari Allah yang telah mengutus hamba-nya, Nabi Muhammad saw yang ummi, yang mana Allah telah membuat tanda-tanda yang abadi yang mengiringi ummat manusia hingga Hari Akhir.
|
|
|
Prev | Next |
|
|