
Catatan penerjemah:
Dokumen asli [dalam Bahasa Inggris] dicetak dengan huruf biasa.
The Quran, the last revealed word of God (Allah ), is the primary source of every Muslim's faith and practice. It deals with all the subjects which concern human beings: wisdom, doctrine, worship, transactions, law, etc., but its basic theme is the relationship between Allah and His creatures. At the same time it provides guidelines and detailed teachings for a just society, proper human conduct, and an equitable economic system.
Al-Quran, firman Allah yang paling akhir, adalah sumber utama setiap Muslim dalam beriman dan beramal. Al-Quran berhubungan dengan semua masalah yang menjadi urusan semua ummat manusia: kebijaksanaan, doktrin, ibadah, transaksi, hukum, dlsb. Tema paling mendasar yang dibawa Al-Quran adalah hubungan antara Allah dengan makhluk-Nya. Pada saat yang sama, Al-Quran menyediakan bimbingan dan ajaran yang terperinci mengenai sebuah tatanan masyarakat yang adil, tingkah laku manusia yang sesuai, dan tatanan ekonomi yang seimbang.
The Quran was revealed to Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) in Arabic language, so any Qur'aanic translation, either in English or any other language, is neither a Quran, nor a version of the Quran. It is rather only a translation of the meaning of the Quran. The Quran exists only in the Arabic in which it was revealed.
Al-Quran diturunkan kepada Muhammad saw dalam Bahasa Arab, sehingga semua terjemah Al-Quran, baik itu dalam Bahasa Inggris atau bahasa selain Bahasa Arab lainnya tidak bisa dianggap sebagai Al-Quran. Akan tetapi hanyalah merupakan terjemahan dan pendekatan arti dari Al-Quran. Al-Quran hanya terdapat dalam Bahasa Arab, bahasa Al-Quran itu diturunkan.
Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) was born in Mecca located in the Arabian Peninsula in the year 570 A.D.. Since his father died before his birth and his mother died shortly thereafter, he was raised by his uncle who was from the respected tribe of Quraysh. He was raised illiterate, unable to read or write, and remained so up until his death. As he grew up, he became known as truthful, trustworthy, generous, and sincere. He was so trustworthy that he was addressed as such, Al-Ameen (Trustworthy).
Muhammad saw dilahirkan pada tahun 570 Masehi di Mekkah yang terletak di Semenanjung Arab. Karena ayahnya meninggal sebelum kelahirannya dan ibunya juga meninggal tidak lama kemudian, dia kemudian diasuh oleh pamannya, seorang yang terhormat dari Suku Quraisy. Dia diasuh tanpa pendidikan, tidak bisa membaca dan menulis, dan hal ini terus berlangsung sampai dia meninggal. Ketika dia dewasa, dia dikenal sebagai orang yang jujur, dapat dipercaya, murah hati dan tulus. Dia sangat jujur sehingga dikenal dengan julukan Al-Amiin (yang dipercaya).
Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) was very contemplative and he had long detested the decadence and idolatry of his society. At the age of forty, Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) received his first revelation from Allah through the Angel Jibreel (Gabriel). The revelations continued for twenty-three years, and they are collectively known as the Quran.
Muhammad saw adalah seorang yang selalu berfikir, dia telah lama membenci kemerosotan moral serta pemujaan berhala yang dilakukan oleh masyarakat di sekitarnya. Pada usianya yang keempat puluh, Muhammad saw menerima wahyu pertamanya dari Allah melalui Malaikat Jibril. Wahyu-wahyu selanjutnya berkelanjutan selama dua puluh tiga tahun, dan secara kolektif dikenal dengan sebutan Al-Quran.
Hadeeth, being the speech of Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) are also considered a second type of revelation, however these statements are not considered the direct wording of Allah. As soon as he began to recite the Quran and preach the truth which Allah had revealed to him, he and his small group of followers suffered persecution from unbelievers. The persecution grew so fierce that in the year 622 A.D., Allah gave them the command to emigrate. This emigration from Mecca to the city of Medina, some 260 miles to the north, marks the beginning of the Muslim calendar.
Hadits, sebagai catatan [yang diperkirakan sebagai] perkataan Muhammad saw juga dipertimbangkan sebagai petunjuk kedua. Bagaimana pun, pernyataan-pernyataan ini tidak bisa dianggap sebagai firman Allah secara langsung. Sewaktu dia mulai membacakan Al-Quran dan mendakwahkan kebenaran yang telah Allah turunkan padanya, dia dan para pengikutnya yang baru sedikit menderita penganiayaan dari orang-orang yang tidak percaya (kafir). Penganiayaan ini berlangsung sangat sengit, sehingga pada tahun 622 M Allah memerintahkan mereka untuk berpindah ke wilayah lain (hijrah). Perpindahan ini dilakukan dari Mekkah ke kota Madinah, sekitar 260 mil ke arah utara, dan dipakai sebagai pertanda awal dari kalender Muslim.
After several years, Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) and his followers were able to return to Makkah where they forgave their enemies. Before Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) died at the age of sixty-three, the greater part of the Arabian Peninsula had become Muslim and within a century of his death, Islam had spread to Spain in the West and as far East as China.
Setelah beberapa tahun, Muhammad saw dan pengikut-pengikutnya bisa kembali ke Mekkah di mana mereka memaafkan permusuhan yang pernah dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Sebelum Muhammad saw meninggal pada usia enam puluh tiga tahun, sebagian besar Semenanjung Arab telah menjadi daerah Muslim dan satu abad setelah kematiannya, Islam telah menyebar ke Spanyol di Barat dan sampai ke China di Timur.
Among the reasons for the rapid and peaceful spread of Islam was the truth and clarity of its doctrine. Islam calls for the faith in only One God, Who is the only one worthy of worship.
Diantara sebab-sebab penyebaran Islam yang pesat dan damai ini adalah karena kebenaran dan kejelasan doktrin yang dibawanya. Islam mengajak kepada kepercayaan akan keEsaan Tuhan, Tuhan yang Satu yang harus disembah.
The Prophet Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) was a perfect example of an honest, just, merciful, compassionate, truthful, and brave human being. He was far removed from all evil characteristics and strove solely for the sake of Allah and His reward in the Hereafter. In all his actions and dealings, he was ever mindful of Allah.
Nabi Muhammad saw adalah contoh paling sempurna dari seorang yang jujur, adil, penuh kasih sayang, penuh perhatian, dapat dipercaya, dan pemberani. Dia telah dihindarkan dari sifat-sifat jahat sejauh-jauhnya dan berjuang semata-mata hanya untuk Allah dengan mengharapkan balasan-Nya kelak di hari akhir. Dalam segala perbuatan, dia selalu berfikir dan ingat akan Allah.
|
|
|
Prev | Next |
|
|